Tampilkan postingan dengan label tips rumah tangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips rumah tangga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Mei 2011

warna penambah nafsu makan

Warna-warna yang Bisa Bikin Orang Jadi Nafsu Makan





img

Jakarta, Pernahkan Anda memperhatikan warna apa yang digunakan untuk cat dinding di rumah makan? Memilih warna sangat penting untuk mengatur program diet karena psikologis warna dapat mempengaruhi nafsu makan.

Warna memainkan peranan sangat penting dalam kehidupan. Warna dapat mempengaruhi bagaimana cara orang berpikir, bertindak, bereaksi, meningkatkan tekanan darah bahkan dapat mempengaruhi nafsu makan.

Ada sejumlah studi yang dilakukan pada bagaimana persepsi rasa dipengaruhi oleh warna. Studi menyimpulkan bahwa orang belajar dan menjadi akrab dengan kombinasi spesifik warna dan makanan. Kombinasi ini dapat mengubah persepsi dan menciptakan harapan tentang bagaimana bau dan rasa makanan.

Warna apa saja yang dapat merangsang nafsu makan?

Berikut beberapa warna dan efek psikologis terhadap nafsu makan, seperti dilansir Lifemojo, Rabu (11/5/2011):

1. Merah
Merah adalah warna yang penuh emosi dan warna yang sangat energik. Warna ini dapat meningkatkan laju pernapasan dan menaikkan tekanan darah, serta juga dapat meningkatkan nafsu makan. Karena bisa merangsang nafsu makan, warna merah sering dijadikan sebagai warna cat dinding rumah makan dan juga pilihan yang baik untuk warna di ruang makan.

2. Oranye
Warna oranye dapat membantu meningkatkan pasokan oksigen ke otak, menghasilkan efek menyegarkan dan menstimulasi aktivitas mental. Warna oranye adalah warna yang dapat membuat orang merasa nyaman. Dan seperti warna jeruk, oranye dikaitkan dengan makanan sehat dan dapat merangsang nafsu makan.

3. Kuning
Kuning adalah warna yang cerah ceria. Kuning meningkatkan konsentrasi, juga merangsang nafsu makan, karena hal ini berkaitan dengan kebahagiaan.

4. Hijau
Hijau dikaitkan dengan warna alam, kesehatan dan sering digunakan untuk menunjukkan produk keselamatan. Karena hubungannya dengan alam, hijau dianggap sebagai warna menenangkan dan santai.

5. Toska (turquoise)
Warna ini dapat merangsang nafsu makan. Kombinasi warna toska dan orange bahkan bisa menjadi perpaduan warna yang 'lezat'.

Hijau, coklat dan merah adalah warna makanan paling populer. Merah dan kuning sering digunakan dalam dekorasi restoran karena warna ini dapat merangsang nafsu makan.

Dalam rangka menurunkan berat badan, Anda harus makan makanan di atas piring hitam atau gelap. Warna-warna gelap dalam bawah sadar dapat mengurangi nafsu makan. Selanjutnya, makan malam harus dimakan di piring gelap, tapi sarapan harus dimakan di piring cerah.

Rabu, 27 April 2011

Cek Kesehatan sebelum Menikah, Cegah Lahirnya Bayi Thalassaemia



(Foto: gettyimages)
(Foto: gettyimages)
TAHUKAH Anda, sebanyak 0,5 persen dari total populasi di Indonesia menderita thalassaemia? Faktanya, 1 dari 10 penduduk Indonesia merupakan pembawa sifat thalassaemia.

Thalassaemia atau kelainan sel darah merah yang diturunkan, termasuk kelompok anemia hemolitik—sel darah merah yang dibentuk mudah pecah—yang dasarnya genetik (bawaan). Thalassaemia terbagi atas dua jenis, yakni thalassaemia mayor dan thalassaemia minor.

Thalassaemia mayor ditandai gejala anemia serta pembesaran limpa dan hati, sementara thalassaemia minor tidak menunjukkan gejala yang berarti, selain anemia yang sangat ringan. Penderia thalassaemia minor merupakan pembawa sifat thalassaemia, sehingga tidak perlu diobati. Berbeda dengan penderita thalassaemia mayor yang harus mendapatkan transfusi darah setiap bulan selama seumur hidup untuk menurunkan kadar hemoglobin (Hb) di atas 9g/dL. Sehingga, penderita dapat menjalani aktivitasnya sehari-hari dengan normal.

"Bagaimana seseorang dapat menjadi penderita thalassaemia mayor atau minor, penyakit ini diturunkan dari orangtua ke anak. Jika ayah dan ibu pembawa sifat, maka kemungkinan 25 persen salah satu anak yang dilahirkan akan menderita thalassaemia mayor. Atau jika ayah pembawa sifat sedangkan ibu normal, maka kemungkinan 50 persen dua anaknya akan menjadi pembawa sifat," papar Evita Rivain Rachman, Ketua Area Jabodetabek Rotary Club D3400, penyelenggara "Program Cegah Thalassaemia" yang ditemui okezone di Gran Melia Hotel, Jakarta, Selasa (26/4/2011) malam.

Evita menekankan pentingnya cek kesehatan pranikah bagi calon suami-istri.

"Penting untuk memeriksakan darah Anda dan kekasih sebelum menikah. Ini sangat efektif untuk mencegah lahirnya penderita thalassaemia mayor baru," imbuhnya.

Evita menekankan, konsultasi pernikahan juga perlu dilakukan. Anda perlu tahu apakah Anda atau pasangan merupakan pembawa sifat thalassaemia, sebab pernikahan antarsesama pembawa sifat thalassaemia tidak dianjurkan.

Bila pernikahan tidak terhindarkan, maka diagnosis prenatal (pemeriksaan janin pada kehamilan 10-12 pekan) merupakan pilhan selanjutnya. Lewat pemeriksaan ini, Anda dan pasangan akan dapat mengetahui apakah janin yang dikandung akan lahir dengan thalassaemia mayor atau tidak.

"Atau, jika memang sudah cinta, menikahlah. Namun, sebaiknya berkomitmen untuk tidak memiliki anak. Sebab hidup si anak akan sulit, biaya pengobatannya juga tidak sedikit," tukasnya.

Evita menjelaskan, transfusi darah yang harus dilakukan penderita thalassaemia mayor tidaklah murah. Setiap tahun, mereka harus mengeluarkan dana sebesar Rp200-300 juta.

"Transfusi darah yang mereka lakukan tidak hanya sehari, tapi dalam sebulan harus dilakukan selama enam kali agar penderita bisa melakukan aktivitas dengan normal," tutupnya.

Minggu, 24 April 2011

TabunganKu, Masa Depanku?


Kalau kita dari arah Juanda menuju simpang Harmoni dan terhenti di lampu lalu lintas, karena lampu merahnya menyala, maka kita akan disuguhi sebuah papan iklan besar dangan tulisan sebagaimana judul tulisan di atas, “TabunganKu, Masa Depanku.”
Membaca tulisan itu lalu saya berpikir, bagaimana caranya untuk bisa memiliki masa depan dengan cara menabung di TabunganKu yang untuk membukanya cukup dengan uang Rp.20.000 dan setoran bulanan minimal Rp.10.000,-?
Tentunya yang ada dipikiran saya dengan istilah masa depan, adalah sebuah kehidupan yang kalau menggunakan istilah sekarang (istilah ini belum ada di kamus), yaitu kehidupan yang “Bebas Finansial.” Menurut Adam Khoo, Kebebasan Finansial itu sebuah kondisi di mana Income dibagi Expenses hasilnya positif. Artinya, di masa depan itu, income kita masih terus mengalir masuk, dengan jumlah yang tetap bisa menutup expenses, yang akan selalu naik karena adanya inflasi atau biaya kesehatan yang jauh lebih besar untuk orang yang usianya semakin tua. Income seperti ini disebut sebagai Passive Income.
Passive income adalah sebuah penghasilan yang diterima secara berkala, secara terus menerus, dengan usaha yang relatif kecil untuk menghasilkannya serta memeliharanya. The American Internal Revenue Service mendefinisikan passive income sebagai income yang dihasilkan dari “trade or businee activities in which you do not materially participate.”
Lalu, kalau kita hitung, misalnya sekarang saya berusia 30 tahun dan masih bekerja, yang bisa hidup satu keluarga dengan 1 anak dengan biaya hidup Rp.3 juta per bulan, maka nanti setelah usia 55 tahun, atau 25 tahun kemudian, saya harus punya passive income berapa kalau biaya hidup naik 200% (secara kasar saya kalikan 25 dengan inflasi 8% per tahun), alisa biaya hidup menjadi Rp.9 juta, atau yang saya bulatkan menjadi Rp.10 juta per bulan?
Lalu saya asumsikan kalau bunga deposito adalah juga 8% per tahun (hanya secara kasar, karena kenyataannya sekarang bunga lebih rendah dari 8%), maka saya harus punya deposito sebesar Rp.1.500.000.000,- (Satu setengah miliar Rupiah).
Kembali ke TabunganKu, yang ditawarkan oleh banyak bank, dengan kelebihan syarat membuka dan memelihara rekening yang lunak, dan juga tidak dikenai biaya, apabila setiap bulan selalu diisi dengan setoran minimal Rp.10.000 itu. Berapa tahun saya harus menabung dengan uang Rp.10.000 agar bisa menghasilkan uang Rp.1,5 miliar itu? Ternyata saya membutuhkan 12.500 tahun. Wah, siapa yang bisa hidup sampai 12.500 tahun?
Hitung-hitungan di atas saya lakukan di mobil saat berhenti di lampu merah, jadi hitung-hitungannya secara kasar saja.
Tetapi ada yang lebih penting dari hitung-hitungan itu. Bagaimana kalau orang yang mau punya passive income sebesar Rp.10 juta per bulan itu melakukan sesuatu yang sederhana saja setiap tahunnya, yaitu mengajak orang menabung dalam bentuk deposito berjenjang, hanya Rp.100.0000,- saja di www.depositoberjenjang.co.cc? Berapa tahunkah dia akan bisa menghasilkan income sebesar Rp.10 juta per bulan itu?
Saya coba mereka-rekanya dalam kepala saya. Tahun pertama, kita sebut aja si Polan, dia dapat 5 orang yang mau ikut menabung, dan dia dapat Rp.250,- per bulan. Lalu Anda bilang, kecil sekali!!! Nanti dulu. Kita hitung saja terus. Lalu tahun ke-2, yang 5 orang itu masing-masing mampu mengajak 5 orang, sehingga downline depositonya si Polan menjadi  25 buah. Pada tahun ini income si Polan menjadi Rp.1.500,- per bulan. Disini Anda juga bilang, untuk apa uang Rp.1.500,- per bulan? Saya akan bilang, ketika Anda bersyukur untuk sesuatu yang kecil, itu artinya Anda siap untuk menerima yang jauh lebih besar. Mari kita lanjutkan. Lalu tahun ke-3, ke-25 downline deposito Anda juga bisa mengajak masing-masing 5 orang menabung, sehingga menghasilkan 125 deposito. Maka Anda akan mendapat Rp.7.500 per bulan. Masih juga kecil buat Anda? Coba bandingkan, kalau uang Anda di tabung di bank yang dikenai biaya, pasti pada tahun ke-3 uang Anda sudah negatif, bukan lagi nol. Mau kita teruskan hitung-hitunganya? Pasti akan menjenuhkan. Oleh karena itu di bawah ini saya buatkan tabelnya. Kalau proses duplikasi, yaitu setiap orang minimal bisa membawa 5 orang untuk juga menabung, maka tidak sampai tahun ke-8 selesai, income sebesar Rp.10.000.000 per tahun itu akan segera terpenuhi.
JUMLAHPASSIVETOTAL
TAHUNDEPOSITOINCOMEINCOME
15250250
2251,2501,500
31256,2507,500
462531,25037,500
53125156,250187,500
615625781,250937,500
7781253,906,2504,687,500
839062519,531,25023,437,500
Asumsi yang saya gunakan di atas, hanya asumsi buat orang yang malas, dalam 1 tahun hanya bisa mengajak 5 orang untuk bergabung diwww.depositoberjenjang.co.cc. Bagaimana kalau hal itu bisa dilakukan dalam 1 bulan, bukan 1 tahun? Bukankah, hanya dalam 1 – 2 tahun Anda sudah bisa membangun passive income yang saya bahas di atas? Dan tentunya Anda akan bisa menikmati kehidupan yang bebas finansial?
Daripada hanya bermimpi, lebih baik Anda bertindak. Hitung-hitung untuk menguji sistem yang saya bangun ini. Tetapi kalau Anda tidak tertarik dengan cara kaya yang lemot ini, karena Anda lebih tertarik pada program cepat kaya, sebagaimana banyak ditawarkan di sekitar Anda, maka sebaiknya Anda jangan bergabung di sini.