Tampilkan postingan dengan label tips kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Mei 2011

ludah klelawar untuk obat stroke

Ludah Kelelawar Penghisap Darah Bisa Mengatasi Stroke





img
(Foto: thinkstock)
Ohio, Kelelawar vampire terkenal sebagai penghisap darah dari satwa liar, ternak atau darah manusia. Studi baru menemukan bahwa air liur (ludah) dari kelelawar vampire bisa membantu mengencerkan darah dan menolong pasien stroke.

Penelitian menemukan air liur kelelawar vampire mengandung enzim DSPA (desmoteplase). Enzim inilah yang berfungsi mengencerkan darah korban sehingga membantu mengalirkan darah lebih leluasa.

DSPA ini juga bisa digunakan untuk memecah gumpalan darah di otak yang bisa menyebabkan seseorang mengalami stroke. Sebagian besar stroke yang terjadi di masyarakat disebabkan oleh pembekuan darah yang menyumbat pembuluh darah di otak atau stroke istemik.

Kondisi ini akan menghalangi aliran darah dan oksigen sehingga bisa mengakibatkan kematian jaringan. Jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan efek yang abadi seperti kelumpuhan, gangguan bicara dan penurunan kemampuan kognitif.

Pada proses penanganan stroke, waktu memainkan peran yang penting untuk mengurangi risiko kerusakan otak yang mungkin terjadi. Makin cepat ditangani makin besar peluang untuk sembuhnya. Disinilah peran dari DSPA yang terkandung dalam air liur kelelawar tersebut.

Dalam jurnal Stroke: Journal of the American Heart Association peneliti menemukan bahwa DSPA mungkin tidak hanya bisa bekerja dengan baik, tapi juga membantu pasien menunggu waktu lebih lama untuk mencari pengobatan.

Dalam studi ini Robert L Medcalf dari Monash University di Australia menyuntikkan DSPA ke otak tikus. Diketahui DSPA ini menyerang fibrin tapi tidak menyebabkan kerusakan otak. Para ilmuwan menunjukkan bahwa DSPA bisa diberikan hingga 9 jam setelah seseorang terkena stroke tanpa efek samping.

DSPA pertama kali ditemukan tahun 2003 dan studi pada manusia pertama yang kompleks dilakukan tahun 2006 oleh peneliti dari Ohio State University Medical Center. Didapatkan bahwa obat tersebut aman dan ditoleransi dengan baik oleh pasien. Saat ini studi ditujukan untuk menentukan apakah obat ini memiliki manfaat klinis untuk pasien stroke.

"Kami ingin menawarkan pilihan lain untuk pasien ketika mereka terkena stroke. Karena semakin lama mereka mencari bantuan, maka pilihan yang tersedia semakin sedikit karena kerusakan sudah terjadi di otak," ujar Dr Michel Torbey dari Ohio State, seperti dikutip dari Healthland.TIME, Rabu (11/5/2011).

perlu di ingat dalam pengobatan kanker

Yang Harus Diperhatikan Dalam Pengobatan Kanker





img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Kanker diketahui sebagai salah satu jenis penyakit yang memerlukan biaya pengobatan besar. Untuk itu ketahui beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pengobatan kanker.

"Berapa pun uang yang kita punya, kalau terkena kanker maka uang tersebut menjadi tidak bernilai lagi," ujar Prof Dr Dwi Prahasto, MMedSc, PhD dalam acara diskusi forum manajemen kanker dan pembiayaan di Indonesia, di hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (11/5/2011).

Prof Iwan menuturkan jika kanker masih ditemukan dalam tahap awal dan belum ada gejala yang parah, lalu dilakukan screening maka tidak akan membutuhkan biaya yang besar seperti halnya kemoterapi.

Pengembangan obat kanker saat ini berkembang pesat. Beberapa hal diketahui menjadi penyebab mahalnya pengobatan kanker salah satunya adalah biaya pengembangan obat baru yang tinggi.

"Paling cepat 13 tahun baru obat kanker bisa diperjualbelikan, kadang ada yang sudah 6 tahun penelitian baru muncul efek samping yang luar biasa sehingga dihentikan. Padahal sudah mengeluarkan uang banyak," ujar guru besar FK UGM Yogyakarta.

Prof Iwan menuturkan ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebagai outcome dari suatu pengobatan kanker yaitu:

  1. Secara klinis, misalnya apakah obat yang diberikan sudah menghilangkan nyeri, tidak ada progres dari penyakitnya.
  2. Secara humanistik, misalnya seseorang sudah merasa lebih baik, mengurangi perasaan sedih.
  3. Secara ekonomis, usahakan untuk mengalokasikan biaya agar lebih efisien.

"Jangan sampai membuang uang secara percuma atau berlebihan untuk suatu outcome yang tidak sepadan, karena cost is not price, tapi harus memperhatikan semua biaya yang dikeluarkan tidak hanya sebatas obat," ungkapnya.

Untuk itu harus dipikirkan apa yang didapatkan seseorang dari pengobatan tersebut, dalam memilih obat harus dilihat 3 hal yaitu kemanfaatan, keamanannya (usahakan untuk mencari obat dengan efek samping yang kecil) serta value atau nilai dari pengobatan tersebut.

Misalnya ada 2 terapi yang berbeda, maka bandingkan antara biaya dan outcome dari kedua terapi tersebut. Dengan membandingkan antara dua hal tersebut, maka seseorang bisa mengetahui apa hasil yang akan didapatkannya dengan biaya tersebut.

"Pengobatan yang murah tidak selalu menjadi pilihan jika hasil klinis yang didapatkan jauh dari yang diharapkan, sementara biaya terapi tinggi juga tidak menjadi pilihan jika hanya memperpanjang penderitaan pasien. Karena obat kanker tidak saja memperpanjang usia, tapi harus memperbaiki kualitas hidup pasien," ujarnya.

Sementara itu yang dibutuhkan oleh pasien kanker tidak hanya sebatas pengobatan medis saja, tapi dukungan dari keluarga, teman dan orang-orang disekitarnya. Hal ini karena begitu seseorang divonis menderita kanker, maka yang sakit tidak hanya pasien tersebut tapi seluruh keluarga dan orang disekitarnya juga sakit. Dan apapun akan dilakukan seseorang agar bisa sembuh.

"Faktor dukungan dan support dari keluarga sangat besar pengaruhnya, karena pengobatan yang diterima pasien kanker bisa berdampak bagi kehidupannya sehingga ia membutuhkan bantuan dari orang-orang disekitarnya," ujar dr Asrul Harsal, SpPD-KHOM dari RSK Dharmais.

dr Asrul menuturkan kanker merupakan penyakit yang kronik sehingga bisa mempengaruhi faktor psikisnya seperti menyebabkan depresi, bayangan penyakit kanker yang buruk serta ia tidak tahu bagaimana kedepannya. Sehingga dukungan dari orang-orang disekitarnya sangat berpengaruh untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Rabu, 27 April 2011

Atasi Dehidrasi dengan Teh / Air Putih Sama Baiknya



(Foto: gettyimages)
(Foto: gettyimages)
SELAMA ini, masyarakat dibuat resah dengan isu bahwa teh dapat menyebabkan dehidrasi. Pasalnya, teh mengandung kafein yang memang bersifat diuretik alias menyerap cairan.

Baru-baru ini, sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris menemukan bahwa dengan minum 4-6 gelas teh setiap hari, khasiat yang didapat sama baiknya dengan meminum 1 liter air putih untuk menjaga tubuh dari kekurangan cairan atau dehidrasi. Penelitian juga tidak menemukan adanya efek buruk bagi kesehatan selama partisipan mengonsumsi teh.

Sebanyak 21 responden diminta untuk meminum 4 gelas teh berukuran 240 ml (sama dengan satu liter) dalam waktu 12 jam yang disajikan dalam keadaan hangat. Teh juga dicampur dengan 20 ml susu skim tanpa gula.

Penelitian diulangi lagi dengan menggunakan 6 gelas teh dan air putih berukuran sama (setara dengan 1,5 liter). Hasilnya, sampel darah responden yang mengonsumsi teh dan air putih yang diambil sebelum dan sesudah tes tidak ditemukan adanya perbedaan tingkat hidrasi. Penelitian ini sendiri telah dipublikasikan di British Journal of Nutrition.
“Teh sangat baik untuk mempertahankan tingkat cairan tubuh. Pada dasarnya, teh kaya flavonoid, yang mampu mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke,” ungkap Carrie Ruxton, konsultan gizi selama penelitian, seperti dilansir Daily Mail, Senin (25/4/2011).

Perlukah Gadis Perawan Jalani Screening Kanker Serviks


(Foto: gettyimages)
(Foto: gettyimages)
PENCEGAHAN virus HPV dan kanker serviks perlu dilakukan secara lebih luas dalam hal pemeriksaan dan deteksi dini. Usia di mana seseorang aktif secara seksual menjadi sasaran utamanya.

“Aktif secara seksual akan efektif terhindari dari kanker serviks bila diberi vaksin. Tapi, bukan berarti mereka pasti akan terpapar kanker serviks. Sementara bagi yang sudah terinfeksi virus, yang dibutuhkan tentu bukan lagi pencegahan,” jelas Profesor Ian Frazer, pencipta vaksin human papillomavirus (HPV) pada kuliah dan pemutaran film “Catching Cancer” di Fakultas Kedokter Universitas Indonesia, Jakarta, Selasa (26/4/2011).

Seperti diketahui, penularan kanker serviks umumnya melalui hubungan seksual. Bagi mereka yang aktif secara seksual diwajibkan menjalani screening kanker serviks.

“Hal paling penting adalah screening. Meskipun hanya tes papsmear, ini bisa mengurangi 70 persen kanker untuk seumur hidup,” jelasnya selama sesi diskusi.

Lantas, apakah seorang virgin harus menjalani screening?

“Enggak perlu,” sahut Laila Nuranna MD PhD, konsultan ginekologi dan onkologi Departemen Obstetrik dan Ginekologi Divisi Onkologi Universitas Indonesia/RSCM usai acara.

Kanker serviks mudah dideteksi dan akan cepat teratasi bila diketahui pada stadium dini. Kanker serviks sendiri merupakan satu-satunya jenis kanker yang dapat dicegah dengan vaksinasi.

Bahkan, dr Laila menegaskan, vaksin HPV lebih efektif mencegah penyakit menular seksual (PMS) daripada vaksin HIV/AIDS.

“Vaksin HPV lebih efektif 30 persen dibanding vaksin HIV/AIDS yang enggak lebih dari 2 persen dalam hal penanganan sexually transmitted disease (PMS),” ujar dr Laila.

Deteksi dini dapat dilakukan melalui Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) atau papsmear, dan idealnya mulai usia remaja. Meski demikian, vaksin masih bermanfaat diberikan hingga umur 55 tahun.

“Bila dilakukan pada usia 16-18 tahun, efektivitasnya mencapai 95-100 persen, tapi masalahnya hanya 70 persen usia ini yang melakukan screening,” tukas dr Laila.

Jangka waktu pemberian vaksin pertama dan kedua bisa dilakukan dalam rentang waktu enam bulan. Dan rentang vaksinasi ketiga selama satu tahun.

Makanan cepat saji Bukan Satu-satunya penyebab Kanker


(Foto: gettyimages)
(Foto: gettyimages)
JUNK food telah lama dihubungkan dengan risiko kanker. Nyatanya, sebagian orang yang dinyatakan menderita kanker ditengarai akibat makanan yang memang bikin kecanduan ini.

Cerita seputar junk food dan kanker sempat diutarakan Andien dalam sebuah pemberitaan. Penyanyi jazz ini telah menjalani operasi pengangkatan kanker payudara pada 2002 silam.

Lewat diagnosa dokter, Andien disebut terlalu banyak mengonsumsi “makanan sampah” yang lebih sering disebut makanan siap saji. Padahal, tidak ada riwayat kanker dalam keluarganya.

Lantas, seberapa besar pengaruh junk food bagi kontribusi pertumbuhan sel-sel kanker?

“Virus dan imunitas tubuh adalah dua faktor risiko utama berkembangnya kanker dalam tubun. Faktor risiko lain termasuk merokok, obat-obatan. Junk food? faktor itu hanya bersifat bad luck,” jelas Profesor Ian Frazer, pencipta vaksin human papillomavirus (HPV) pada kuliah dan pemutaran film “Catching Cancer” di Fakultas Kedokter Universitas Indonesia, Jakarta, Selasa (26/4/2011).

Seperti diketahui, penularan kanker serviks umumnya melalui hubungan seksual. Faktor risiko lain yang menghantui kanker dengan tingkatan-tingkatannya, yakni usia muda saat pertama kali melakukan hubungan seks (risiko 16 kali lebih besar pada usia di bawah 16 tahun dibandingkan di atas 19 tahun), jarak singkat antara mulai haid dan berhubungan seks (risiko 26 kali lebih besar jika kurang dari setahun dibanding di atas 10 tahun), jumlah pasangan (risiko 3,6 kali lebih besar bila pasangan lebih dari 4 orang dibanding hanya 1 orang), kutil pada genital, dan merokok.

“HPV adalah virus yang paling umum. Sejak pertama kena, dia tumbuh dan selama dua tahun bisa menginfeksi orang lain. Memang, Anda tidak merasakan sakit karenanya, tapi Anda tahu ada virus yang berkembang dalam tubuh. Butuh 10-20 tahun infeksi sebelum akhirnya berkembang menjadi kanker,” papar dosen imunologi program sarjana dan pascasarjana Universitas Queensland, Australia, ini selama sesi diskusi.

Maka untuk upaya pencegahan lebih maksimal, aktivitas seksual yang sehat sepatutnya dibarengi dengan mengatur pola makan, menghindari rokok, alkohol, dan makanan berlemak tinggi.

Tangkal Batuk dengan 'Resep obat' Herbal


(Foto: gettyimages)
(Foto: gettyimages)
BATUK adalah suatu gejala yang bisa terjadi pada keadaan infeksi maupun non infeksi saluran nafas. Agar penanganannya tepat, kenali dulu penyebab dan ciri batuk dengan baik.

Musim pancaroba seringkali membuat suhu udara berubahubah tanpa terduga. Dari panas terik, tiba-tiba berubah jadi hujan deras atau sebaliknya. Saat terjadi perubahan udara dan temperatur, tubuh secara otomatis menyesuaikan kondisi dengan temperatur sekitar. Namun, bila daya tahan tubuh menurun, tubuh pun akan mudah terkena penyakit seperti batuk di antaranya.

Meski terkesan sepele, batuk pada salah seorang anggota keluarga juga sering menyebabkan seisi rumah ikut terusik. Padahal, sesungguhnya batuk bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan mekanisme penyembuhan alami yang tejadi di dalam tubuh saat menghalau benda asing yang terbawa masuk ke saluran pernapasan.

Namun, “Batuk juga terjadi akibat gangguan atau penyakit yang terjadi baik di saluran napas atas atau bawah maupun di paru,” ungkap dr.Abrijanto S.B, seorang narasumber ahli, saat dimintai penjelasan seputar masalah batuk.

“Penyakit di saluran napas seperti influenza, common cold, asma, radang paru, dan sebagainya, bisa menyebabkan peradangan sehingga terjadi rangsangan untuk mengeluarkan lendir yang lebih banyak daripada lazimnya,” tambahnya.

Sa'at Pancaroba Datang, Batuk Meradang


(Foto: gettyimages)
(Foto: gettyimages)
BATUK adalah suatu gejala yang bisa terjadi pada keadaan infeksi maupun non infeksi saluran nafas. Agar penanganannya tepat, kenali dulu penyebab dan ciri batuk dengan baik.

Berdasar penyebabnya, batuk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu batuk bakterial dan batuk nonbakterial.

“Salah satu penyebab batuk nonbakterial adalah perubahan cuaca yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun atau sering kita kenal sebagai batuk karena masuk angin. Saat terjadi perubahan cuaca, kuman-kuman penyebab batuk bakterial juga turut menyebar,” jelas dr.Abrijanto S.B.

Meskipun biasanya rangsangan di saluran napas memicu terjadinya batuk, banyak pula jenis batuk yang timbul karena adanya kelainan dalam tubuh, khususnya batuk yang sangat sering dan durasinya lama. Batuk bisa terjadi karena infeksi saluran pernafasan.

Ada dua macam infeksi saluran pernafasan, yaitu akut dan kronik. Infeksi yang akut biasa disebut dengan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Sedangkan infeksi kronik biasanya berkaitan dengan bronkitis kronik juga Tuberkulosis (TB).

ISPA terbagi menjadi dua, yaitu ISPA bagian atas dan bawah. ISPA bagian atas banyak disebut sebagai radang tenggorokan juga flu. Sebagian besar ISPA atas disebabkan virus dan tidak perlu antibiotik. Sedangkan ISPA bawah banyak disebut sebagai pneumonia.

ISPA bawah sebagian besar penyebabnya adalah bakteri, sehingga memerlukan antibiotik. Batuk disebut akut apabila berlangsung kurang dari 14 hari, sedangkan batuk kronik sebaliknya, berlangsung lebih atau sama dengan 14 hari.

Aktivitas Pengganti Olahraga Saat Musim Panas


Berbelanja bersama (Foto: Google)
Berbelanja bersama (Foto: Google)
SAAT musim panas tiba, aktivitas luar ruangan memang tak masuk dalam prioritas. Sebagai penggantinya, Anda bisa memanfaatkan aktivitas “indoor” untuk tetap memaksimalkan stamina. Namun jika hal tersebut menimbulkan kebosanan, berikut alternatif kegiatan yang bisa dicoba.
Ketika olahraga tak sempat terjalani, biasanya jalan kaki menjadi alternatif kegiatan yang bisa dijalani. Beberapa dari Anda mungkin bosan dengan rutinitas lama yang berpusat di ruangan dan ingin mencoba di luar ruangan. Namun, musim panas yang sedang bergulir tentu tak memungkinkan agenda tersebut dilaksanakan.

Nah, agar kegiatan olahraga tetap terpenuhi, ikuti tipnya berikut, seperti diulas HealthMeUp.

Pergi berbelanja 

Ada banyak cara untuk membakar kalori dan melatih fisik selain olahraga salah satunya berbelanja. Berjalan-jalan keliling mal walau hanya sekadar window shopping sekalipun berfungsi ampuh untuk membakar kalori. Pastikan Anda mengenakan baju yang tepat sehingga agenda “shopping” pun bisa berfungsi ganda.

Perbanyak cairan 

Agar tidak kekurangan cairan, konsumsilah minuman yang memiliki energi alami, serta perbanyak pula minum air putih. Terkadang, meskipun Anda tidak berkeringat seperti biasanya, serangan sakit kepala atau mual pun kerap menghampiri. Gejala tersebut merupakan salah satu tanda dehidrasi. Untuk mengatasinya, segeralah mengasup cairan untuk memulihkan stamina Anda seperti semula.

Bangun tidur lebih awal 

Buatlah upaya untuk bangun 20 menit lebih awal dari biasanya atau bergegas tidur lebih awal dari biasanya di malam hari. Selanjutnya, cobalah berada di luar untuk melakukan aktivitas sebelum matahari terbit atau setelah matahari terbenam. Aktivitas fisik tersebut akan membuat Anda merasa lebih baik.

Lakukan dengan perlahan 

Jika terpaksa melakukan olahraga di luar ruangan, sebaiknya perlambat kecepatan atau kurangi jumlah kilometer ketika Anda melakukan “jogging”. Hawa panas yang sedang bergulir di luar tentu membuat Anda tak bisa melakukan aktivitas maksimal seperti biasanya. Jadi sesuaikan hawa tubuh Anda dan lakukan olahraga secara perlahan.

Gunakan es di handuk 

Jika jarak tempat melakukan olahraga yang Anda lakukan cukup jauh, tak ada salahnya membungkus es dengan kain atau handuk dan kalungkan di sekitar leher. Jika tidak ingin terlalu dingin, basuhlah wajah Anda dengan air sesering mungkin untuk memertahankan kesegaran tubuh.

Cek Kesehatan sebelum Menikah, Cegah Lahirnya Bayi Thalassaemia



(Foto: gettyimages)
(Foto: gettyimages)
TAHUKAH Anda, sebanyak 0,5 persen dari total populasi di Indonesia menderita thalassaemia? Faktanya, 1 dari 10 penduduk Indonesia merupakan pembawa sifat thalassaemia.

Thalassaemia atau kelainan sel darah merah yang diturunkan, termasuk kelompok anemia hemolitik—sel darah merah yang dibentuk mudah pecah—yang dasarnya genetik (bawaan). Thalassaemia terbagi atas dua jenis, yakni thalassaemia mayor dan thalassaemia minor.

Thalassaemia mayor ditandai gejala anemia serta pembesaran limpa dan hati, sementara thalassaemia minor tidak menunjukkan gejala yang berarti, selain anemia yang sangat ringan. Penderia thalassaemia minor merupakan pembawa sifat thalassaemia, sehingga tidak perlu diobati. Berbeda dengan penderita thalassaemia mayor yang harus mendapatkan transfusi darah setiap bulan selama seumur hidup untuk menurunkan kadar hemoglobin (Hb) di atas 9g/dL. Sehingga, penderita dapat menjalani aktivitasnya sehari-hari dengan normal.

"Bagaimana seseorang dapat menjadi penderita thalassaemia mayor atau minor, penyakit ini diturunkan dari orangtua ke anak. Jika ayah dan ibu pembawa sifat, maka kemungkinan 25 persen salah satu anak yang dilahirkan akan menderita thalassaemia mayor. Atau jika ayah pembawa sifat sedangkan ibu normal, maka kemungkinan 50 persen dua anaknya akan menjadi pembawa sifat," papar Evita Rivain Rachman, Ketua Area Jabodetabek Rotary Club D3400, penyelenggara "Program Cegah Thalassaemia" yang ditemui okezone di Gran Melia Hotel, Jakarta, Selasa (26/4/2011) malam.

Evita menekankan pentingnya cek kesehatan pranikah bagi calon suami-istri.

"Penting untuk memeriksakan darah Anda dan kekasih sebelum menikah. Ini sangat efektif untuk mencegah lahirnya penderita thalassaemia mayor baru," imbuhnya.

Evita menekankan, konsultasi pernikahan juga perlu dilakukan. Anda perlu tahu apakah Anda atau pasangan merupakan pembawa sifat thalassaemia, sebab pernikahan antarsesama pembawa sifat thalassaemia tidak dianjurkan.

Bila pernikahan tidak terhindarkan, maka diagnosis prenatal (pemeriksaan janin pada kehamilan 10-12 pekan) merupakan pilhan selanjutnya. Lewat pemeriksaan ini, Anda dan pasangan akan dapat mengetahui apakah janin yang dikandung akan lahir dengan thalassaemia mayor atau tidak.

"Atau, jika memang sudah cinta, menikahlah. Namun, sebaiknya berkomitmen untuk tidak memiliki anak. Sebab hidup si anak akan sulit, biaya pengobatannya juga tidak sedikit," tukasnya.

Evita menjelaskan, transfusi darah yang harus dilakukan penderita thalassaemia mayor tidaklah murah. Setiap tahun, mereka harus mengeluarkan dana sebesar Rp200-300 juta.

"Transfusi darah yang mereka lakukan tidak hanya sehari, tapi dalam sebulan harus dilakukan selama enam kali agar penderita bisa melakukan aktivitas dengan normal," tutupnya.

Jangan Mensepelekan Batuk!



(Foto: gettyimages)
(Foto: gettyimages)
SUDAH sejak lama, nenek moyang kita telah memiliki tradisi herbal sebagai upaya penyembuhan dengan memanfaatkan bahan tumbuh-tumbuhan berkhasiat dari alam.

Ketika terserang batuk, kata dr. Abrijanto S.B, seorang narasumber ahli, saat dimintai penjelasan seputar masalah batuk, “Secara naluriah, tindakan pertama seseorang adalah mengobati diri sendiri. Termasuk dengan obat batuk yang dijual bebas. Namun demikian, sikap cermat dalam memilih obat batuk dan memahami aturan pakai dan kontraindikasi adalah keharusan. Sering kali, batuk yang disertai tenggorakan gatal cenderung ‘digampangkan’ dengan minum obat batuk cair tanpa takaran yang benar serta hanya mengedepankan sensasi instan di tenggorokan”.

“Padahal, meninum obat batuk tanpa memperhatikan aturan pakai dapat menimbulkan efek samping yang tidak baik baik tubuh, seperti berdebar maupun mengantuk secara berlebihan yang tentunya dapat membahayakan. Untuk itu penting memilih obat batuk yang tepat dan membaca aturan pakai,” imbuh dr. Abrijanto.

Pengobatan herbal sendiri dipercaya sebagian orang Indonesia ketimbang obat-obatan medis.

“Untuk mengatasi batuk biasa masyarakat Indonesia memanfaatkan air perasan jeruk nipis yang (kadang) ditambah dengan satu sendok makan kecap, diaduk dan diminum. Rasanya segar dan sangat membantu menghilangkan batuk,” terang Prof. Dr.Sumali Wiryowidagdo, Apt. dari Pusat Studi Obat Bahan Alam (PS-OBA), Departemen Farmasi – Fakultas Matematika dan Ilmu Alam Universitas Indonesia.

“Namun, ada pula minuman berupa rebusan jahe atau kencur yang digunakan sebagai pertolongan dini untuk mencegah influenza dan pilek yang lebih berat, yang biasanya diawali dengan masuk angin,” tambahnya.

Pencegahan dini dengan bahan-bahan inilah yang kemudian menginspirasi pengobatan modern untuk menangkal influenza terutama pada musim pancaroba. Inspirasi warisan nenek moyang lalu dikembangkan oleh para pakar obat tradisional menjadi ramuan untuk obat masuk angin, batuk, dan pilek.

7 Persen Balita Terkena Alergi Susu Sapi



Anak minum susu (Foto: Corbis)
Anak minum susu (Foto: Corbis)
MESKI susu dikenal baik untuk membantu pertumbuhan  karena berbagai kandungan gizi yang terdapat di dalamnya, tak jarang anak-anak pun terserang alergi karenanya. Apa pasal?
 
Alergi susu sapi merupakan kasus yang paling sering dijumpai pada anak. Secara umum, ada sekira 3-7 persen balita yang mengalami alergi susu sapi. Jika tidak segera diatasi dengan baik, alergi ini pun dapat mengganggu tumbuh kembang mereka. Karenanya, orangtua pun dihimbau untuk segera melakukan langkah preventif agar alergi pada anak dapat segera diatasi dan tumbuh kembang mereka pun berjalan optimal.
 
Dr dr Zakiudin Munasir SpA(K) dalam acara media edukasi “Alergi Susu Bukan Penghalang Pertumbuhan Anak” di Ruang Sanur, Gran Melia, Rabu (27/4/2011) mengatakan, alergi susu sapi pada anak sebenarnya bisa terjadi karena anak sensitif terhadap komponen protein susu sapi atau pada proses pembuatan susu tersebut. Alergi susu sapi terjadi bila kekebalan tubuh anak bereaksi terhadap protein dalam susu sapi. Hal ini biasanya terjadi karena saluran pencernaan anak belum berfungsi dengan sempurna, sehingga protein susu sapi belum dapat dicerna atau dipecah dengan baik dalam tubuh.
 
Pada anak yang hipersensitif, protein tersebut dapat memicu terbentuknya zat antibodi yang disebut immunoglobulin E (IgE). Antibodi IgE dapat menyebabkan pelepasan histamin, zat yang menimbulkan berbagai reaksi alergi dalam tubuh. Gejala alergi susu sapi sangat beragam, di antaranya kulit menjadi kemerahan, gatal, bengkak, dan eksim. Alergi juga dapat mengganggu saluran pencernaan yang mengakibatkan mual, muntah, diare, dan sakit perut. Selain itu, gejala alergi pun dapat terjadi pada saluran pernapasan seperti batuk pilek berulang, sesak nafas, dan asma.
 
"Komponen protein pada susu yang paling sering menimbulkan reaksi alergi adalah B-lactoglobulin," ujar dr Zakiudin.
 
Selain faktor tersebut, reaksi alergi biasa dipicu oleh faktor genetika, nutrisi, dan lingkungan di mana faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Dalam proses tumbuh kembangnya, anak memerlukan nutrisi untuk menunjang kemampuan otak dan daya tahan tubuh mereka. Dalam hal ini, susu merupakan sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu kaya akan makro dan mikro nutrein yang diperlukan untuk menunjang tumbuh kembang anak.
 
Namun apa jadinya ketika susu yang kaya akan jutaan manfaat tersebut justru menimbulkan reaksi alergi bagi buah hati Anda?
 
Menurut dr Attila Dewanti SpA dalam kesempatan yang sama, anak dengan alergi susu sapi sebaiknya diberikan ASI karena merupakan nutrisi terbaik bagi bayi yang akan berefek positif terhadap sistem ketahanan tubuh anak. Bila ASI tidak memungkinkan atau tidak mencukupi, bisa menggunakan susu pengganti, misalnya susu berbahan dasar nabati.
 
Dijelaskan dr Attila, susu pertumbuhan berbahan dasar isolat protein kedelai yang dirancang khusus untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dan studi klinis menunjukkan bahwa susu berbahan dasar protein kedelai menunjang tumbuh kembang anak secara optimal setara dengan susu sapi. Inilah yang kemudian bisa menjadi alternatif pengganti susu sapi, sehingga kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi.
 
Isomil Plus Advance persembahan Abbot bisa menjadi salah satu referensi yang bisa dicoba. Isomil Plus Advance merupakan susu pertumbuhan berbahan dasar isolat protein kedelai, yang bebas laktosa dan bebas protein sapi, serta dapat menjadi solusi alternatif bagi buah hati Anda yang mengalami alergi susu sapi atau sering mengalami diare akibat intoleransi laktosa. Kandungan ALA, LA, Kolin, zat besi, dan zinc yang ada di dalamnya membantu tumbuh kembang anak secara optimal. Apalagi susu ini pun diperkaya dengan protein yang difortifikasi dengan L-Methionine serta ekstra kalsium untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi. Jadi, jangan lagi bingung bukan atasi alergi susu pada anak. Kuncinya, ketahui tata laksana yang tepat sehingga pertumbuhan buah hati pun tetap berjalan normal.

Pil KB Membuat Kulit Gosong



(Foto: gettyimages)
(Foto: gettyimages)
PIL KB yang berdampak pada stabilitas hormon selama ini ditengarai menjadi biang kegemukan, jerawat, dan sebagainya. Ternyata, pil KB juga menyebabkan kulit mudah terbakar.

Hidup di negeri beriklim tropis, rasanya sulit bagi kita untuk menghindari sinar matahari, apalagi bagi Anda wanita aktif. Pekerjaan kerap menuntut Anda keluar kantor dan menuju lokasi meeting saat matahari sedang garang-garangnya.

Selain paparan sinar matahari yang kini semakin panas, penggunaan obat-obatan tertentu disinyalir menyebabkan kulit mudah terbakar matahari. Obat-obatan dimaksud, terdiri dari obat yang memerlukan resep dokter (di antaranya, pil KB, antibiotik, dan obat jerawat yang mengandung isotretinoin) dan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran (seperti, obat yang mengandung ibuprofen atau naproxen, produk anti penuaan kulit yang mengandung retin-A). Demikian seperti dilansir Cosmopolitan, Rabu (27/4/2011).

Dengan mengonsumsi obat-obatan tersebut, kulit Anda akan lebih rentan terhadap sinar UV. Dan kalau tidak diproteksi, kulit akan mudah gosong, bahkan terkena kanker kulit lantaran tidak kuat menahan serangan sinar matahari.

Nah sebagai solusinya, oleskan sunscreen SPF 30 atau lebih tinggi setiap hari, meskipun Anda hanya akan keluar gedung kantor selama 5 menit.

Trik Membuat Gigi Lebih Putih dalam 1 Jam



(Foto: gettyimages)
(Foto: gettyimages)
SENYUMAN makin memesona jika disempurnakan dengan deretan gigi yang putih. Sayang, beberapa makanan dan kebiasaan dapat membuat gigi menguning dan sulit dibersihkan.

Memutihkan gigi di dokter tentu akan butuh biaya yang tidak sedikit. Kalau Anda tidak berniat melakukannya, mengapa tidak mencoba upaya sendiri di rumah, gigi Anda akan lebih putih dalam 1 jam.

Bahan-bahan yang Anda butuhkan sebagai “formula instan” memutihkan gigi, di antaranya baking soda, pasta gigi, peroksida, dan kamera untuk melihat hasil sebelum dan sesudah perawatan.

Simak langkah-langkahnya, seperti dikutip Ehow:

1. Sebelum mulai, foto gigi Anda dengan kamera.

2. Buatlah semacam pasta yang kental dari beberapa tetes peroksida, pasta gigi, dan baking soda. Pasta ini haruslah kental dan berpasir.

3. Aplikasikan pasta kental pada gigi dan biarkan mengering selama 1 jam. Pastikan Anda memulaskannya cukup banyak agar pasta tidak tertelan atau terlepas saat mulut Anda bergerak. Jika benar pasta terlepas, aplikasikan lagi pada gigi. Atau untuk mencegahnya terlepas, pastikan Anda tidak banyak menggerakan mulut.

4. Setelah 1 jam, sikat habis pasta yang menempel lalu berkumurlah. Tersenyumlah ke kamera dan hasilnya, gigi akan terlihat jauh lebih putih dari sebelumnya. Selamat mencoba!